Tips Jitu Cara Mendidik Anak Perempuan
Memiliki anak perempuan adalah suatu hal yang membanggakan layaknya juga memilik anak laki laki dan tidak mudah juga untuk mengawasinya apalagi yang sudah mengalami masa-masa pubertas. Karena memasuki usia remaja, anak perempuan sedang mencari jati dirinya dan mulai mencoba berbagai hal baru yang dianggapnya bisa membuat ia menjadi lebih dewasa.
Dengan kata lain, masa ini adalah fase yang paling labil dalam kehidupannya. Tak jarang, lingkungan pergaulannya bisa menjadi pengaruh bagi perilaku anak kedepannya.
Berikut ini cara mendidik amak perempuan agar tak terpengaruh oleh pergaulan yang mungkin bisa membuat orangtua merasa cemas :
![]() |
| Tips Jitu Cara Mendidik Anak Perempuan |
1. Memperkuat pendidikan agama dan moral anak sejak dini
Anak yang memiliki dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh, tak akan mudah terjerumus dalam pergaulan yang negatif. Karena ia dapat membedakan sesuatu yang benar dan yang salah.
Dalam mengasuh anak perepuan, penting untuk memberikan pendalaman atau pendidikan agama serta moral sejak ini, agar dapat memperkuat keimanannya.
Jika sejak kecil anak telah memahami tentang pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan yang negatif yang jelas-jelas akan merugikan diri sendiri serta orang lain.
2. Penting bagi orangtua untuk memiliki kesamaan dalam pola didik anak
Penting bagi Ayah dan Bunda memiliki sinergi dalam pengasuhan, yang berarti kesamaan dalam pola didik yang diberikan pada anak, sehingga mampu menjadi orangtua yang utuh baginya.
Selain itu, saat anak perempuan mengalami masa-masa mencari jati dirinya, penting bagi Ayah dan Bunda untuk menjadi sahabat anak, dengan memahami psikologinya, dan bersikap bijak pada pola perilaku anak.
Hal ini dapat menjadikan anak memahami bahwa orangtuanya adalah tempat terbaik baginya untuk berbagi cerita dan meminta solusi.
Dengan sinergi pengasuhan, diharapkan dapat memunculkan ikatan kuat antara Ayah, Bunda, dengan anak yang menjadi benteng agar anak tak terjerumus dalam pergaulan yang negatif.
3. Memilih lingkungan dan sekolah yang peduli dengan pergaulan anak didiknya
Bila anak masih dalam tahapan pencarian sekolah untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menegah Pertama nya, maka orangtua perlu melakukan pengawasan intensif atas pergaulan anak dengan teman sebayanya.
Memilih lingkungan yang terbaik serta pilih sekolah yang terbaik. Bagi anak yang telah menginjak usia remaja, orangtua dapat kerjasama dengan guru dan sekolah untuk berperan aktif dalam memantau pergaulan anak selama di sekolah.
Sehingga pilih sekolah yang juga peduli dengan anak-anak didiknya.
4. Membatasi pergaulan dan jam waktu keluar rumah anak
Membatasi pergaulan anak mungkin bagi anak merupakan hal yang kejam dilakukan oleh orangtua, namun sebenarnya membatasi pergaulan juga merupakan cara untuk mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan jika seorang anak melakukan tindakan yang menyimpang.
Terlalu banyak waktu yang digunakan untuk kegiatan di luar rumah yang kurang bermanfaat juga membuka peluang bagi pengaruh buruk masuk pada anak perempuan. Sehingga perlu untuk membatasi kegiatan di luar rumah yang kurang penting, agar anak dapat fokus pada cara hidup yang positif.
Untuk menghindarinya, ada baiknya jika orangtua membatasi pergaulan hanya dengan lingkungan atau teman-teman yang akan memberikannya pengaruh yang positif.
Membentuk kepribadian yang kuat sejak anak berusia dini, sehingga ia bisa menentukan hal-hal yang baik dan yang buruk. Dasar nilai moral dan agama yang ditanamkan sangat penting untuk menjauhkan anak dari berbagai pengaruh yang salah dan merusak diri sendiri.

Komentar
Posting Komentar